Motor's Club:
- Honda Mega Pro Club (HMPC)
- Honda Riders on Internet (HORNET)
- Honda Supra Jakarta (HSJ)
- Honda Supra X 125 (HSX-125 Community)
- Honda Tiger Mailing List (HTML)
- Karisma Honda Cyber Community
- King's Club Djakarta
- Mailing List Yamaha Scorpio
- Pulsarian
- Suzuki 2 Wheels
- Yamaha Jupiter Owner Club (YJOC)
- Yamaha MX Club Indonesia (YMCI)
Sunday, January 17, 2010
NoPOL VIP pejabat RI
Thursday, December 17, 2009
Apa sih itu, kotak kuning di tengah jalan?
Friday, December 11, 2009
Car Free Day Ada Juga di Bandung
BANDUNG (Pos Kota) – Uji coba “hari tanpa asap knalpot” (car free day), sepanjang 800 meter di ruas Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu (30/5) berlangsung sukses, mendapat sambutan warga.
Acara yang dihadiri Menteri Negara KLH Rachmar Witoelar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Walikota Bandung Dada Rosada dan sejumlah pejabat ini, dimeriahkan pawai sepeda dan jalan kaki sekitar seribu pelajar SD dan SMP dari sekolahnya masing-masing menuju tempat acara di halaman Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate.
Acara yang digagas “Balad Kuring” suatu lembaga non profit peduli lingkungan selama sekitar 5 jam ini dimeriahkan berbagai permainan, seperti pameran mini lingkungan, daur ulang sampah, pengukuran tingkat polusi udara dan badminton funk menggunakan net dari kain batik panjang, layaknya permainan badminton di pekampungan tahun 1960-an, ketika permainan ini mulai populer di masyarakat kita.
Uji coba “car free day” yang mendapat sambutan meriah warga kota ini, sempat memacetkan sejumlah ruas jalan yang bersentuhan dengan Jalan Diponegoro, seperti jalan layang Surapati, Jalan Juanda, Merdeka, Dipati Ukur, Supratman, Riau, Panghulu Hasan Mustopa dan Ahmad Yani.
Karena ruas Jalan Diponegoro tersebut selama ini selain menjadi ruas vital di kawasan tengah dan utara, juga merupakan ruas yang dilewati sejumlah trayek angkutan kota, seperti Cicaheum – Ledeng, Cicaheum – Margahayu Raya, Margahayu Raya – Ledeng, Ruang Bandung – Dago dan trayek Bis Kota Damri Dipati Ukur – Jatinangor.
Kendaraan umum dan warga yang biasa menggunakan jalur tersebut “dibuang” petugas ke jalan-jalan sekitar Jalan Diponegoro, namun, karena sempitnya, jalan pembungan, kemacetan tak terhindarkan.
Kemacetan terjadi, selain karena sempitnya ruas jalan laternatif, juga banyak warga, terutama para wisatawan dari Jakarta yang berlibur di Bandung tidak mengetahui ada acara tersebut, serta banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui jalan laternatif, akibat kurangnya rambu-rambu petnjuk jalan.
Menteri Negara KLH Rachmat Witoelar menilai hari tanpa asap knalpot yang mulai diselenggarakan di beberapa kota besar, mendapat sambutan berbagaui lapisan masyarakat. Hal itu terjadi, karena masyarakat sangat mendambakan udara bebas polusi.
Rachmat berharap uji coba “car free day” ini ditambah waktunya dai hanya semeinggu sekali selama 4 jam, menjadi seminggu empat kali. Namun Rachmat mengingatkan agar dipersiapkan lebih matang.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandaskan, saat ini masyarakat mulai mendambakan udara bersih tanpa polusi. “Car free day” yang dilaksanakan sekarang hanyalah merupakan bagian kecil upaya membuat udara bersih tanpa polusi.
Hal paling penting, tambah Heryawan, berbagai pihak harus menggalkaan lingkungan bersih, dengan menghijaukan hutan dan menanam pohon di setiap tanah kosong. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun 2009 mengalokasikan anggaran Rp. 30 milyar untuk menghijaukan hutan gundul.
Acara yang berlangsung meriah ini sayang diwarnai kejadian mengganggu, ketika sejumlah kendaraan pejabat, termasuk kendaraan Meneg KLH, Gubernur, Wagub dan Walikota memasuki areal upacara, untuk menjemput pejabat, sebelum acara selesai. (chevy/dms).











